New7Wonders of Nature Memang Kontroversial

Kamis, 10 November 2011

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Satwa endemik Komodo (Varanus komodoensis) di Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Senin (29/11/2010). Taman Nasional Komodo menjadi salah satu dari 28 finalis New 7 Wonders of Nature.
LONDON, KOMPAS.com — Kontroversi penyelenggaraan kompetisi tujuh keajaiban alam baru dunia (New7Wonders of Nature) tidak hanya terjadi di Indonesia. Harian terkemuka Inggris, The Guardian, dalam situs web-nya, Kamis (10/11/2011), melaporkan, kompetisi selama empat tahun untuk menentukan tujuh keajaiban alam baru dunia itu menjadi kontroversi di sejumlah negara setelah pemerintah negara-negara itu menuduh penyelenggara, yaitu New7Wonders Foundation, meminta uang jutaan dollar AS dari peserta sebagai biaya pemasaran.
Jajak pendapat untuk New7Wonders of Nature, berdasarkan klaim penyelenggara, telah menarik jutaan pemilih dari seluruh dunia yang memilih tujuh corak alam terajaib dari 28 daftar pemandangan alam yang meliputi, antara lain, Great Barrier Reef, hutan hujan Amazon, Kepulauan Maladewa, Luat Mati, dan Taman Nasional Komodo dari Indonesia. Daftar tujuh keajaiban alam baru akan secara resmi diumumkan Jumat ini setelah empat tahun jajak pendapat online dan via SMS (telepon) secara global.
Jajak pendapat itu, yang diselenggarakan New7Wonders Foundation dan cabang lembaganya, New Open World Corporation, diluncurkan tahun 2007 setelah penyelenggaran serupa untuk menemukan tujuh keajaiban baru dunia yang penyelenggara klaim telah dipilih oleh lebih dari 100 juta orang. Jajak pendapat itu merupakan gagasan Bernard Weber, seorang pengusaha dan pakar pemasaran Kanada-Swiss. Weber ingin menciptakan "tujuh simbol warisan (heritage) dan alam untuk menjadi bagian dari Global Memory.
Menurut Guardian, lebih dari 440 keajaiban alam diserahkan dari 220 negara pada 2007 yang kemudian dipangkas menjadi tinggal 28 finalis pada tahun 2009 oleh sebuah panel ahli yang dipimpin Profesor Federico Zaragoza, mantan kepala UNESCO. Untuk memastikan bahwa jajak pendapat itu fair bagi negara-negara kecil dengan populasi yang sedikit pula, maka hanya 10 persen suara dari negara di mana lokasi (alam) yang menjadi peserta yang akan dihitung, 90 persen sisanya akan didapat dari suara global.
Jajak pendapat itu akan ditutup tepat pada pukul 11.11 GMT (18.11 WIB) pada tangal 11 November 2011. New7Wonders Foundation menyatakan, penghargaan itu akan menawarkan peluang promosi dan pemasaran bagi para pemenang.
Namun, kompetisi itu telah menjadi sedemikian kontroversial akibat biaya pemasaran tersembunyi yang dimintakan penyelenggara untuk dibayar setiap finalis. Setelah pada awal membayar biaya pendaftaran hanya 199 dollar AS per peserta (lokasi alam), setiap negara kemudian diminta untuk mengambil bagian dalam kampanye level tinggi untuk pemasaran global termasuk tur keliling dunia. Akibatnya, pada Mei lalu Pemerintah Maladewa mundur dari kompetisi itu setelah menerima permintaan uang yang mengejutkan, yaitu setengah juta dollar AS. Pada Agustus, Pemerintah Indonesia, yang mewakili Taman Nasional Pulau Komodo, kemudian menyusul. Pihak Indonesia mengatakan, penyelenggara kompetisi itu meminta 10 juta dollar AS sebagai biaya lisensi dan 47 juta dollar AS lagi untuk menjadi tuan rumah upacara penutupan sekaligus pengumuman pemenang.
Todung Mulya Lubis, pengacara yang mewakili Kementerian Pariwisata Indonesia, mengatakan masih mempertimbangkan tindakan hukum terhadap yayasan itu. "Kami ingin memberi mereka pelajaran bahwa sebagai sebuah yayasan yang menarik perhatian dunia, mereka harus adil terhadap peserta kompetisi," kata Todung seperti dikutip Guardian. Meski menolak untuk membayar, kepulauan Maladewa dan Taman Nasional Komodo masih tercatat sebagai finalis oleh  penyelenggara.
Gordon Oliver, mantan Wali Kota Cape Town, (Table Mountain di Cape Town menjadi salah satu peserta kompetisi), mengatakan kepada Cape Times, "Apa otoritas organisasi itu menentukan sebuah keajaiban alam sebagai finalis? Sangat penting bahwa pihak berwenang kami mendapat mandat dari organisasi tersebut yang menetapkan dirinya sebagai otoritas untuk menentukan keunggulan corak-corak alam."
New7Wonders Foundation membantah telah mengenakan biaya yang sangat tinggi untuk menggunakan branding-nya yang sifatnya opsional. Juru bicaranya, Eamonn Fitzgerald, mengatakan, tuduhan itu tidak berdasar. Dia juga mengatakan, "Kami berharap bahwa kami dapat menghasilkan surplus setelah kampanye ini, tapi semua uang dari jajak pendapat digunakan untuk menjalankan kampanye dan mempertahankan platform jajak pendapat demi sebuah persaingan global. Kami tidak akan mengungkapkan berapa banyak suara yang telah dikumpulkan. Dalam kampanye terakhir kami, ada 100 juta suara dan target untuk kampanye ini adalah satu miliar suara."
Fitzgerald mengatakan, ada sejumlah biaya untuk menggunakan branding yayasan itu, tapi dia tidak mau mengungkapkan besaran angkanya. "Angka-angka itu berbeda setiap negara. Sesuai aturan, kami tidak mengomentari aspek bisnis dan komersial, yang merupakan praktik standar dalam dunia bisnis."
Aktivis lingkungan Inggris, Tony Juniper, mengatakan, ide kompetisi itu baik dalam teori. Namun, ketika harus memungut biaya, itu menjadi ide yang buruk. "Ide tentang sebuah proses partisipasi global untuk melibatkan jutaan orang melalui sebuah daftar tentang tujuh keajaiban alam tertinggi dunia, menurut saya merupakan ide yang baik. (Namun) membebankan biaya ke sebuah negara untuk biaya promosi pemasaran tidak, terutama kalau itu negara berkembang."
Read More..

KONTAN/FRANSISKUS SIMBOLON Busyro Muqoddas TERKAIT: Nazaruddin Siapkan Kartu As di Pengadilan Nazaruddin Hanya Dijerat Pasal Suap KPK Pindahkan Nazaruddin ke Rutan Cipinang Nazaruddin Juga Akan Buka Suara untuk Kasus Lain Elza: KPK Lokalisasi Kasus Nazaruddin JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Busyro Muqoddas kembali enggan menyebutkan identitas tersangka baru yang akan ditetapkan KPK dalam kasus dugaan suap pembangunan wisma atlet SEA Games. Menurut Busyro, politisi yang akan dijadikan tersangka dalam kasus yang melibatkan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin itu adalah anggota DPR. "Kasus Nazar (Nazaruddin) ini kan kasus politisi. Jadi ya seputaran anggota DPR," ujar Busyro kepada wartawan di Dewan Kesenian Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis (10/11/2011) malam. Busyro mengaku belum mengetahui di komisi berapakah tersangka itu bertugas di DPR. Busyro juga enggan menyebutkan inisial namanya. Saat ingin melakukan pemeriksaan di KPK hari ini, Nazaruddin secara mengejutkan menyebut Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum sebagai orang yang layak menjadi tersangka baru dalam kasusnya. Menurut Nazaruddin, Anas merupakan otak dari kasus korupsi terkait proyek senilai Rp 191 miliar itu. Menurut Busyro, pernyataan Nazaruddin itu merupakan pernyataan pribadi mantan anggota Komisi III DPR tersebut. Busyro mengatakan, dalam menentukan siapa tersangka tersebut, KPK akan lebih mengutamakan fakta-fakta yang sudah diperoleh tim penyidik KPK. "Harus dengan fakta, itu versi Nazar. Jadi nanti dalam persidangan biasanya ada pengembangan dalam persidangan, jadi bisa juga dari sana. Tetapi plusnya seperti apa saya tidak tahu karena urusan ini bukan prediksi atau ramalan Jawa," tegas Busyro. KPK menjerat Nazaruddin yang diduga menerima suap berupa cek senilai Rp 4,3 miliar terkait pemenangan PT Duta Graha Indah (PT DGI) sebagai pelaksana proyek wisma atlet SEA Games di Palembang, Sumatera Selatan. Sejauh ini, KPK telah memeriksa Anas serta dua anggota Badan Anggaran DPR, Angelina Sondakh dan Wayan Koster, untuk kasus tersebut. KPK juga telah memeriksa Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng.

KONTAN/FRANSISKUS SIMBOLON Busyro Muqoddas
JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Busyro Muqoddas kembali enggan menyebutkan identitas tersangka baru yang akan ditetapkan KPK dalam kasus dugaan suap pembangunan wisma atlet SEA Games. Menurut Busyro, politisi yang akan dijadikan tersangka dalam kasus yang melibatkan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin itu adalah anggota DPR.
"Kasus Nazar (Nazaruddin) ini kan kasus politisi. Jadi ya seputaran anggota DPR," ujar Busyro kepada wartawan di Dewan Kesenian Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis (10/11/2011) malam.
Busyro mengaku belum mengetahui di komisi berapakah tersangka itu bertugas di DPR. Busyro juga enggan menyebutkan inisial namanya.
Saat ingin melakukan pemeriksaan di KPK hari ini, Nazaruddin secara mengejutkan menyebut Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum sebagai orang yang layak menjadi tersangka baru dalam kasusnya. Menurut Nazaruddin, Anas merupakan otak dari kasus korupsi terkait proyek senilai Rp 191 miliar itu.
Menurut Busyro, pernyataan Nazaruddin itu merupakan pernyataan pribadi mantan anggota Komisi III DPR tersebut. Busyro mengatakan, dalam menentukan siapa tersangka tersebut, KPK akan lebih mengutamakan fakta-fakta yang sudah diperoleh tim penyidik KPK.
"Harus dengan fakta, itu versi Nazar. Jadi nanti dalam persidangan biasanya ada pengembangan dalam persidangan, jadi bisa juga dari sana. Tetapi plusnya seperti apa saya tidak tahu karena urusan ini bukan prediksi atau ramalan Jawa," tegas Busyro.
KPK menjerat Nazaruddin yang diduga menerima suap berupa cek senilai Rp 4,3 miliar terkait pemenangan PT Duta Graha Indah (PT DGI) sebagai pelaksana proyek wisma atlet SEA Games di Palembang, Sumatera Selatan. Sejauh ini, KPK telah memeriksa Anas serta dua anggota Badan Anggaran DPR, Angelina Sondakh dan Wayan Koster, untuk kasus tersebut. KPK juga telah memeriksa Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng.
.kompas.com
Read More..

Emas Pertama dari Kano di Cipule

KOMPAS/MOHAMMAD HILMI FAIQ Tim kano indonesia berlatih di cipule Jumat (11/11/2011).
KARAWANG, KOMPAS.com — Medali emas pertama untuk indonesia diraih Eka Oktarorianus di nomor cano 1000 C1 di situ Cipulean Karawang, Jawa Barat, Jumat (11/11/2011). Posisi kedua Myanmar dan ketiga Vietnam.
Kesempatan pertama untuk medali emas di nomor kayak K1 gagal diraih Muchlis dan hanya mengantongi perunggu. Padahal, Muchlis yang berada di lintasan 4 memimpin sejam detik pertama hingga jarak 500 meter dibayang-bayangi atlet Vietnam di lintasan 6. Setelah itu, Muchlis seperti kehabisan tenaga dan disusul Thailand dan Singapura. Muchlis pun harus puas di posisi ketiga.
Masih tersisa tiga nomor, yakni 1000 K2, 1000 C2, dan 1000 K4. Eka akan turun lagi di nomor K2 bersama Anwar Tarra. K2 merupakan nomor andalan Indonesia.
Read More..

Pecah Telur Medali Dayung di Cipule

KOMPAS/MOHAMMAD HILMI FAIQ Para pelajar berbondong-bondong ke Situ Cipule memberi dukungan atlet Indonesia, jumat (11/11/2011).
KARAWANG, KOMPAS.com Pagi ini pukul 09.30 nanti kompetisi kayak dan kano dimulai, dan langsung memasuki babak final di Situ Cipule, Karawang, Jawa Barat, Jumat (11/11/2011). Ini berarti tim kayak dan kano Indonesia memperoleh kesempatan memecah telur perolehan medali emas, lantaran dari semua cabang olahraga di SEA Games, kayak dan kano merupakan cabang olahraga pertama yang memasuki babak final.
Nomor yang diperlombakan pagi ini adalah nomor putra 1000 K1, 1000 K2, 1000 K4, 1000 C1, dan 1000 C2. Atlet kayak, Muchlis, akan turun di nomor 1000 K1, yakni nomor pertama yang dilombakan sebelum empat nomor lainnya.
Muchlis mengaku agak gugup karena tampil di sesi pertama sendirian dan baru pertama kali turun di nomor 1000 K1. Biasanya dia masuk di nomor 1000 K4 yang berarti bermain bersama tiga rekannya dalam satu kano. "Tapi, saya optimistis menang karena sudah 10 bulan berlatih," kata Muchlis.
Pelatih kayak dan kano Indonesia M Suryadi mengatakan, peluang Muchlis memperoleh medali emas agak susah. Sesab, atlet dari Thailand sangat tangguh. "Peluangnya fifty-fifty dengan Thailand," kata Suryadi.
 kompas.com
Read More..

Harga Emas Kembali Turun

SHUTTERSTOCK Ilustrasi
NEW YORK, KOMPAS.com — Sepanjang kurun waktu 3 minggu, harga emas berjangka jatuh paling dalam pada penutupan pasar, Kamis (10/11/2011) waktu New York. Penyebabnya, imbal hasil obligasi Italia turun dan munculnya pemimpin baru Yunani. Kekhawatiran akan krisis utang Uni Eropa pun mereda.
Di tempat lain, Yunani mengumumkan pemimpin pemerintah persatuan nasionalnya, yakni Lucas Papademos, mantan Wakil Presiden Bank Sentral Eropa. "Minimal sekarang, ketakutan perdagangan telah mengambil kursi yang di belakang," ujar Sterling Smith, analis Country Hedging Inc, di St Paul, Minnesota, dalam wawancara telepon dengan Bloomberg, Kamis waktu setempat.
Kontrak emas berjangka untuk pengantaran Desember turun 1,8 persen menjadi 1.759,60 dollar AS per troy ounce (setara dengan 31,1 gram) pada pukul 1:48 PM di comex, New York. Ini penurunan terbesar sejak 20 Oktober.
.kompas.com
Read More..